Memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, derajat pahala yang Allah berikan pada umatnya semakin tinggi. Artinya, semakin banyak beribadah dan beramal di hari-hari terakhir menjelang berakhirnya Ramadan, maka semakin banyak pula pahala yang akan diterima.
Hadist Rasulullah SAW menyebutkan bahwa:
“Siapa yang ingin beri’tikaf bersamaku maka ber I’tikaflah pada sepuluh malam terakhir (HR Ibnu Hibban)
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf disepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat. Muttafaqun ‘alaih." (HR. Bukhari dan Muslim).
Jemaah yang dimulyakan Allah SWT.
Beritikaf untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, ada beberapa keutamaan yang didapat diantaranya:
- Mencari malam Lailatul Qadar. Untuk bisa bertemu Lailatul Qadar, harus memperbanyak ibadah dikala malam. Dengan melakukan i'tikaf, akan lebih bisa fokus melakukan banyak kegiatan ibadah tersebut, seperti:
- Membaca Alquran dan tafsirnya
- Berzikir
- Salat sunah / qiyamul lail
- Dan kegiatan bermanfaat lain.
- Insya Allah jika beri'tikaf disepuluh hari terakhir Ramadan, kamu bisa lebih berpeluang berjumpa dengan malam Lailatul Qadar.
- Terjaga dari perbuatan maksiat. Karena menjauh sejenak dari hiruk pikuk dunia, akan lebih terlindungi dari bermacam jenis perbuatan maksiat. I'tikaf bisa mencegahmu dari kebiasaan bergosip, kalap berbelanja, atau urusan zuhud lainnya.
- Salat menjadi lebih khusyuk. Habluminallah atau hubungan dengan Allah SWT bisa semakin terbentuk jika melakukan i'tikaf. Karenanya, sembari berlatih agar ibadah salat bisa lebih khusyuk. Salat, terutama salat fardu, bukan semata-mata untuk menggugurkan kewajiban, namun lebih karena kamu membutuhkan salat.
- Memberi kesempatan untuk evaluasi diri. Seperti kata pepatah: "Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak." Artinya, manusia lebih mudah mengevalusi kesalahan orang lain ketimbang kesalahannya sendiri. Nah, momen beri'tikaf bisa memberimu ruang dan kesempatan untuk melongok kediri sendiri tentang hal-hal negatif yang sudah dilakukan selama ini. Harapannya, setelah melakukan i'tikaf, kamu bisa menjadi pribadi yang jauh dari perbuatan tercela.
- Mengajarkan berlaku sabar dalam menjalankan amal saleh. Selain menjauh dari perkara zuhud, beri'tikaf juga bisa mengajarkan kamu menerapkan sifat sabar selama menjalankan amal ibadah. Kamu dituntut tidak tergesa-gesa melaksanakan salat, membaca Quran, berzikir, membaca buku agama, dan amal saleh lainnya. I'tikaf bisa membuatmu lebih merasakan getaran hati saat melakukan ibadah-ibadah tersebut.
Nah, itulah tentang keutamaan dari i'tikaf. Jika gak sempat melakukan
i'tikaf selama sepuluh hari penuh diakhir Ramadan, minimal kamu bisa
menyempatkan satu hari untuk beri'tikaf di masjid-masjid terdekat.
Semangat
mendulang pahala. Masjid Baitul Muttaqin sudah puluhan tahun melaksanakan i’tikaf dan telah dikoordinir dengan baik.
Dengan i'tikaf di Masjid Baitul Muttaqin BKP, ada dua hal yang akan didapat:
- Habluminallah: habluminallah dikenal sebagai kesholenan indifidu atau ibadah mahdhah
- Habluminannas: habluminannas merupakan kesalehan sosial atau ibadah ghairu mahdhah, sebab konsep dimana manusia menjaga hubungan baik dengan manusia lainnya pada hakikatnya manusia merupakan mahkluk sosial.
Disampaikan oleh : Bapak H. Tugiyo M. | Kultum Ramadhan 1443 H | 21 April 2022
DKM Masjid Baitul Muttaqien

Tidak ada komentar:
Posting Komentar